Written By Dims Sandik on Rabu, 08 Juli 2015 | 10.21

Memilih kata kunci atau keyword yang tepat untuk blog merupakan hal yang sangat penting. Jika sobat memilih keyword yang salah maka jangan heran jika blog sobat sepi pengunjung bagaikan kuburan.
Kalau blognya sudah sepi pengunjung nanti ujung-ujungnya jadi males ngeblog. Kalo sudah males ngeblog kemungkinan besar bakalan berhenti ngeblog.
Tapi mudah-mudahan dengan membaca postingan ini sobat nggak akan berhenti ngeblog sampai bisa mendapatkan pengunjung yang banyak.

Riset keyword itu sejenis apaan sih, Mas?

Riset keyword atau lebih tepatnya riset kata kunci merupakan salah satu bagian dalam strategiSEO atau pengoptimalan mesin pencari.
Bagi sobat yang ingin mendapatkan pengunjung dari mesin pencari maka tidak ada alasan untuk tidak melakukan riset keyword. Sobat tetap bisa mendapatkan pengujung dari mesin pencari tanpa riset keyword, tapi tidak akan maksimal.
Riset keyword pada intinya adalah mencari kata kunci yang sering diketikan oleh orang di mesin pencari sesuai dengan topik blog sobat.
Misalnya jika blog sobat membahas tentang sepakbola, maka kira-kira kata kunci apa yang sering digunakan orang untuk mencari informasi seputar sepakbola di mesin pencari.
Apakah “Jadwal Liga Inggris” atau “Klasemen Liga Inggris” atau “Goal terbaik sepanjang masa” atau yang lain-lainnya.

Mengenal jenis-jenis keyword

Sebelum sobat membaca postingan ini lebih lanjut, ada baiknya untuk lebih dulu memahami beberapa jenis-jenis keyword karena dalam dunia per-SEO-an, keyword memiliki banyak sekali jenis.
Beberapa jenis-jenis keyword tersebut adalah:
  1. Short tail keyword
  2. Long tail keyword
  3. Keyword abadi
  4. Keyword musiman
Selain keempat jenis keyword di atas sebenernya masih banyak sekali yang lain. Tapi yang paling penting untuk diketahui adalah keempat jenis di atas.
Berikut adalah penjelasan lebih lengkapnya:
1. Short tail keyword
Short tail keyword adalah kata kunci yang pada umumnya hanya terdiri dari satu atau dua kata saja. Misalnya :
  • Android
  • Smarphone
  • Android Murah
  • Smartphone Terbaru
  • dll.
Jenis keyword seperti ini biasanya mempunyai tingkat persaingan yang sangat tinggi. Sangat sulit untuk bisa bersaing pada keyword seperti ini kecuali sobat mempunyai ilmu SEO tingkat Dewa.
2. Long tail keyword
Long tail keyword merupakan versi panjang dari short tail keyword. Contohnya seperti ini:
  • Daftar Smarphone Android Paling Keren
  • Smartphone Android Samsung Terbaik
  • dll.
Jika sobat masih pemula maka long tail keyword jelas lebih direkomendasikan karena tingkat persaingan yang cenderung lebih rendah dan memudahkan sobat untuk menguasai posisi teratas mesin pencari.
Kekurangan dari long tail keyword adalah trafik yang didapatkan tidak sebanyak short tail keyword. Selain itu juga cukup sulit untuk menemukan long tail keyword yang benar-benar bagus.
3. Keyword abadi
Keyword abadi adalah sebuah kata kunci yang selalu digunakan orang untuk mencari informasi pada mesin pencari dan tidak akan basi ditelan zaman.
Contohnya kata kunci berikut ini:
“Cara menyembuhkan sakit kepala”
Kata kunci tersebut termasuk kata kunci abadi karena semua orang pasti mengalami yang namanya sakit kepala.
4. Keyword musiman
Keyword musiman adalah kebalikan dari keyword abadi, yaitu keyword yang bersifat musiman atau hanya populer sesaat.
Contohnya kata kunci berikut ini:
“Hasil pertandingan Real Madrid vs Juventus”
Tanpa dijelaskan saya yakin sobat tahulah perbedaan antara keyword abadi dan keyword musiman.

Cara Riset Keyword

Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah, gimana caranya melakukan riset keyword?
Nah di bawah ini adalah tutorial lengkap bagaimana cara melakukan riset keyword dengan memanfaatkan dua buah tools gratis bernama Ubersuggest dan juga Google Adwords: Keyword Planner.
Sebenarnya bisa saja hanya menggunakan Google AdWords: Keyword Planner, namun keyword yang dihasilkan kurang bervariasi. Oleh karena itu kita memerlukan bantuan dari Ubersuggest.
Fungsi dari Ubersuggest di sini adalah untuk menemukan keyword variasi dari keyword utama yang kita target. Tujuannya tentu saja untuk menemukan long tail keyword.
Selain Ubbersuggest masih ada beberapa tools lain yang serupa yang tidak kalah bagus, seperti:
  • http://keywordshitter.com
  • http://keywordtool.io
  • dll.
Tapi untuk tutorial kali ini saya hanya akan menggunakan Ubbersuggest saja.
Sedangkan tugas dari Google Adwords: Keyword Planner sendiri udah pasti untuk menganalisis jumlah pencarian dan juga tingkat persaingan pengiklan AdWords (cocok untuk yang ingin menghasilkan uang dari Google AdSense).
Bagaimana prosesnya? silakan disimak di bawah ini :

Langkah Pertama: Mencari short tail keyword

Hal pertama yang perlu sobat lakukan adalah mencari short tail keyword yang berhubungan dengan topik blog sobat.
Misalnya jika blog sobat membahas Teknologi, maka keywordnya bisa seperti:
  • Komputer
  • Software
  • Internet
  • Gadget
  • dll.
Fungsi dari short tail keyword ini adalah untuk dijadikan sebagai benih untuk menemukan keyword-keyword yang lain.
Caranya sobat bisa memanfaatkan tool http://ubersuggest.org.
2. Masukan kata kunci apa saja yang menurut sobat berhubungan dengan topik blog sobat.
Short tail keyword

  • Masukan kata kunci. Dalam hal ini contohnya “Android
  • Pilih bahasa. Dalam hal ini contohnya “Indonesian
  • Klik Suggest
3. Setelah itu akan muncul daftar keyword yang berkaitan dengan “Android
Cara Riset Keyword
4. Klik “Select All Keywords
Riset Kata Kunci
5. Klik “Get
Mencari Keyword
6. Copy semua keyword dan simpan di dalam file .txt
Mencari Kata Kunci
Sekarang sobat sudah mendapatkan daftar short tail keyword. Cuma masalahnya kebanyakan keyword-keyword tersebut memiliki tingkat persaingan yang tinggi karena hanya terdiri dari dua kata.
Tapi tidak perlu khawatir, silakan lanjut ke langkah kedua.

Langkah Kedua: Mencari long tail keyword

Langkah berikutnya yang perlu sobat lakukan adalah mencari long tail keyword dengan memanfaatkan short tail keyword yang sudah sobat dapatkan.
Tujuannya tentu saja untuk mencari keyword yang memiliki tingkat persaingan yang lebih rendah. Tapi jika sobat merasa mempunyai ilmu SEO tingkat dewa maka sobat bisa melewati langkah ini dan lompat ke langkah ketiga.
Untuk mencari long tail keyword sobat bisa mengulangi langkah pertama namun dengan memasukan keyword yang sudah di dapatkan sebelumnnya.
1. Pergi ke http://ubersuggest.org
2. Masukan keyword dari hasil langkah pertama
Long tail keyword
3. Setelah itu akan muncul daftar keyword yang berkaitan dengan “Android Murah
4. Klik “Select All Keywords
5. Klik “Get
6. Copy semua keyword dan simpan di dalam file .txt

Langkah Ketiga: Menganalisis Jumlah Pencarian Keyword

Langkah selanjutnya adalah menganalisis jumah pencarian di mesin pencari dari keyword-keyword yang sudah kita dapatkan dari Ubersuggest.
Hal yang paling mudah yang bisa kita lakukan adalah dengan memanfaatkan Google AdWords Keyword Planner.
Caranya:
riset keyword google
  1. Klik “Get traffic forecasts for a list of keywords
  2. Upload file keyword yang sudah sobat simpan sebelumnya
  3. Klik “Get forecasts”
2. Klik “Download
Cari Keyword
3. Pilih format file .CSV dan klik Download
Download Keyword
4. Buka file CSV yang sudah didownload setelah itu silakan bisa dipilih-pilih mana kata kunci yang paling bagus berdasarkan jumlah pencarian yang sobat inginkan.
Perlu diketahui bahwa data-data yang ditampilkan dari Google Keywords Planner tidaklah 100% akurat.Jika di situ tertulis jumlah pencarian perbulan 1000, maka bukan jaminan blog sobat akan mendapatkan 1000 visitor perbulan jika berada di posisi 1 Google. Bisa lebih banyak dan juga bisa lebih sedikit.

Langkah Keempat: Menganalisis tingkat persaingan

Hal yang tidak kalah penting tentunya menganalisis tingkat persaingan di mesin pencari google sesusai dengan tingkat kemampuan SEO yang kita miliki. Untuk yang satu ini kita bisa melakukannya secara manual.
Mas, di Google AdWords Keyword Planner kan ada data tingkat persaingan juga, kenapa nggak pake itu aja?
Data tingkat persaingan yang ada di Google AdWords Keyword Planner adalah persaingan pengiklan di AdWords bukan persaingan di mesin pencari Google.
Untuk cara menganalisis tingkat persaingan sobat bisa memanfaatkan Extensi browser seperti SEOQuake atau MozBar.
Caranya cukup aktifkan Extensi tersebut pada borwser sobat setelah itu masukan keyword pada pencarian Google :
Persaingan Keyword
Di atas adalah screenshot contoh hasil pencarian dari keyword “Android Murah
Nah sobat bisa menilai tingkat persaingan berdasarkan dari Pagerank, Rangking Alexa, Index, dll. dari web-web yang tampil di halaman utama.
Saya bingung mas cara menentukan keyword yang persaingannya tidak terlalu sulit, gimana ya?
Beberapa tips yang bisa saya berikan adalah :
  • Jangan pilih keyword yang dikuasi oleh web-web otoriatas, contohnya: Wikipedia
  • Jangan pilih keyword yang dikuasi oleh web-web dengan pagerank di atas 5
  • Jangan pilih keyword yang dikuasi oleh web-web dengan page authority dan domain authority di atas 50 (gunakan Extensi MozBar)
  • dan lain sebagainya

Langkah Kelima: Mengeksekusi Keyword

Tentu saja jika sobat sudah menemukan keyword yang pas maka langkah selanjutnya adalah mengoptimasi keyword tersebut. Bagaimana caranya? silakan bisa dibaca pada postingan saya yang satu ini.
Sumber : sugeng.id

0 komentar:

Poskan Komentar

Mas Sugeng II© 2014. All Rights Reserved. Template By Seocips Modified By lingkungansehat.com
SEOCIPS Areasatu Adasenze Tempate Tipeex.com